Sarasehan Sedulur Kang Suharso Bersama Pengrajin Rotan Kabupaten Cirebon.

Kabupaten Cirebon, Liputan12.com - Kabupaten Cirebon dikenal sebagai eksportir olahan rotan, furniture, anyaman dan bermacam kerajinan rotan yang menjadi salah satu andalan, selain Batik di Kab. Cirebon.  

Salah satu kegiatan SKS (Sedulur Kang Suharso) "Dari Desa ke Desa", kali ini kang Suharso menghadiri acara sarasehan dengan para pengrajin rotan yang bertempat di PT RUROSIA (Rumah Rotan Indonesia) Desa Astapada - Tengahtani dalam rangka urun rembug terkait Industri Rotan. Sarasehan ini sebagai ajang silaturahmi untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi dari pengrajin rotan sekaligus moment kang Suharso memperkenalkan diri kepada para pengusaha dan pengrajin rotan Kabupaten Cirebon. Selain itu sarasehan ini sebagai sarana untuk mendengarkan apa yang menjadi permasalahan Industri Rotan di Cirebon. Sabtu, 19/05/2024
Dalam acara sarasehan dan kunjungannya ke pabrik rotan ini, Kang Suharso bersama ibu Eka Suharso yang didamping Sekjen HIMKI Heru Prasetyo juga sebagai owner PT. RUROSIA (Rumah Rotan Indonesia), Ryan Hermawan Ketua Bidang Orgas HIMKI serta Tim Sedulur Kang Suharso (SKS) mendapat sambutan secara antusias dari para pekerja pabrik dan pengrajin rotan yang ada di wilayah Kec. Weru, Kec. Tengahtani, dan Kec. Plumbon dan sekitarnya. 
Dalam sarasehan ini, Kang Suhatso begitu antusias dan fokus mendengarkan keluh kesah dari pengrajin rotan yang makin hari semakin lesu.

Heru Prasetyo selaku tuan rumah juga Sekjen HIMKI (Himpunan Industri Meubel dan Kerajinan Indonesia) mengatakan, Sektor Industri Rotan dapat menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi baik daerah maupun nasional, karena Indonesia memiliki bahan baku bagi industri dan kerajinan rotan yang cukup melimpah.  
Namun dalam kenyataannya untuk mengembangkan industri rotan saat ini mengalami kendala. Untuk itu para Pengrajin Rotan di Cirebon berharap kepada Bapak Calon Bupati Cirebon 2024-2029, Insya Allah terpilih, lebih memperhatikan dan menjadi Bapak Rotan dapat memecahkan dan solusi dalam menghadapi kendala dan hambatan yang dihadapi Industri Rotan Kab. Cirebon saat ini," pungkas Heru Pras
Menanggapi hal ini, Kang Suharso mengucapkan terimakasih kepada para tokoh industri rotan, pengrajin rotan dan Wabil khusus kepada sahabat saya Kang HERU PRADRTYO yang telah menyampaikan harapan dan masukan sebagai bahan evaluasi jika nanti dirinya mendapat kepercayaan dari masyarakat Cirebon untuk memimpin Cirebon yang lebih baik lagi serta berjuang apa yang menjadi kendala dan hambatan Industri Rotan dan Industri Furniture baik produksi maupun penjualannya," ungkap kang Suharso

Lanjut Kang Suharso, kerajinan rotan masih menjadi industri unggulan di Kab. Cirebon. Penyerapan tenaga kerja di sektor ini lebih tinggi dibandingkan komoditas lainnya.

Disela-sela sarasehan, Kang Suharso berbaur dan menghampiri para tamu undangan untuk berdialog langsung, salah satunya yang dihampiri Kang Suharso adalah Pa Muja (suplayer rotan) juga Tomas memberikan pertanyaan kepada Bakal Calon Bupati, untuk mengatasi permasalah rotan ini bagaimana sementara bahan baku rotan saja sulit di dapatkan, dengan senyum khasnya penuh keyakin, Kang Suharso menegaskan tidak akan sulit jika Bupati nya bertindak mau dan serius mendorong kemajuan Industri Rotan yang ada di Cirebon.   
Lebih lanjut, menurut Kang Suharso untuk membangkitkan kembali Industri Rotan, beberapa yang perlu mendapat perhatian khusus adalah; BAHAN BAKU, SDM, TRANSPORTASI, dan terakhir MARKETING. Inilah yang menjadi PILAR dalam menumbuhkembangkan untuk kebangkitan INDUSTRI ROTAN di Kab. Cirebon." pungkas Kang Suharso

Untuk itu, Kang Suharso berharap kedepan nanti kita perlu duduk bersama para unsur STAKEHOLDER yang terkait untuk memecahkan polemik ini. 

Terakhir kang Suharso mengajak seluruh tamu undangan berdoa bersama memohon kepadaNya untuk kebaikan kita semua Wabil Khusus Masyarakat Kab. Cirebon agar diturunkan Barokah dan Nikmat yang dimilikiNya.. Aamin.

WIS WAYAE, AJA KLALEN KANG SUHARSO," tutup Kang Suharso

Bung Arya 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama