MANFAATKAN KOMODITAS HILIRISASI, ASBUTON MANTAPKAN JALAN NASIONAL SULAWESI SELATAN

SULSEL- Liputan12. 
 Komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yakni material dan peralatan konstruksi (MPK), salah satunya adalah penggunaan Aspal Buton untuk penanganan jalan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 35/PRT/M/2006 tentang peningkatan aspal buton (asbuton) dinilai dapat meningkatkan daya tahan infrastruktur jalan, ditambah dengan Peraturan Menteri PUPR No 18 tahun 2018 tentang Penggunaan Aspal Buton Untuk Pembangunan dan Preservasi Jalan 
Bahkan dari hasil Penelitian PUSJATAN, telah banyak teknologi pemanfaatan Asbuton sebagai bahan pengikat pada berbagai kelas perkerasan jalan. 

Menindak lanjuti pemanfaatan komoditas hilirisasi strategis sejak tahun 2023 lalu, pekerjaan Preservasi jalan Nasional di Sulawesi Selatan sudah menggunakan Asbuton sebanyak 21.000 ton, dan dilanjutkan pada paket berjalan tahun 2024 ini.
Jenis Asbuton yang digunakan oleh BBPJN Sulsel termasuk B50/30 (Lawele Granular Asphalt/LGA), B5/20(Buton Granular Asphalt /BGA), Aspal Pracampur, Asbuton Murni yang kemurniannya diatas 90%, dan Campuran Asbuton Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA).
Pemilihan jenis asbuton untuk pekerjaan didasarkan pada ketetapan regulasi oleh penyelenggara jalan terkait beban lalu lintas dalam kelas jalan yang terbagi menjadi kelas 1, 2 dan 3. Asbuton yang digunakan meliputi B50/30 dengan ukuran butir maksimum adalah 9,5 mm untuk lalu lintas rendah, B5/20 untuk lalu lintas 10-30 juta ekuivalen serta CPHMA untuk tambal lubang patching yang bersifat sementara.
Kepala BBPJN Sulsel Asep Syarip Hidayat ST.M Eng dilansir dari PU-Net, mengingatkan saat membeli asbuton harus melalui minimal dua tes yaitu tes stabilitas dan kadar aspal. Sehingga saat digunakan tidak ada masalah. Semua yang sifatnya pabrikasi baik CPHMA, maupun jenis lainnya harus dilakukan tes dulu,
"Sebelum digunakan harus melalui uji kelayakan, jika ternyata produk asbuton tidak sesuai, maka akan dikembalikan kepada vendor supaya diganti", ujar Asep

Kabalai berharap agar pemanfaatan Asbuton dalam pembangunan infrastruktur jalan dapat menciptakan jalan yang kokoh sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Juga dapat memberi dukungan terhadap regulasi Asbuton disertai dengan pengembangan teknologi produksi yang lebih baik dan menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan dan kesuksesan industri ini khususnya bagi Sulawesi Tenggara. 


Kasatker Wilayah III Malik ST,MM ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa Asbuton sudah digunakan dari tahun 2023 lalu hingga tahun ini sebagai bahan pengaspalan jalan. Pekerjaan preservasi dan pelebaran jalan yang sementara dilaksanakan menggunakan Asbuton butir 50/30 dengan komposisi campuran 70 %. Proyek tersebut tersebar di beberapa ruas jalan yakni Makassar-ParePare, Makassar-Jeneponto, Makassar-Bone, Makassar- Maros, Maros-Pangkep. 
"Kami tetap berupaya semaksimal mungkin dengan berbagai metode kerja sesuai spek, yang nantinya menghasilkan pekerjaan jalan fungsional yang mantap", ujar Malik
(Eva Jean)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama