BANGUN JEMBATAN BAILEY,BBPJN SULSEL BUKA AKSES DAERAH LATIMOJONG YANG TERISOLASI AKIBAT BANJIR.

Sulsel- Liputan12.
Banjir bandang dan tanah longsor menerjang lima kabupaten di Sulsel 3 Mei 2024 lalu, yakni daerah sekitar pegunungan Latimojong, bagian utara Sulawesi Selatan berdekatan dengan Kabupaten Enrekang, Tana Toraja, Sidrap, Luwu, serta sebagian wilayah Sulawesi Selatan bagian timur.
Intensitas hujan yang tinggi dan dalam waktu yang lama secara alamiah mengakibatkan volume air dari wilayah pegunungan yang merupakan hulu penuh dan mengalir deras ke beberapa anak-anak sungai. 
Berdasarkan data yang diterima, banjir dan tanah longsor di empat daerah ini mengakibatkan rusaknya beberapa infrastruktur jalan, jembatan, hanyutnya beberapa rumah, lahan pertanian dan kebun, serta empang terendam banjir.
Selain Tim BPBD dan Tagana serta personil lainnya sdh turun ke lapangan, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sulsel turut melakukan penanganan khususnya infrastruktur jalan.
Sebagai pembina jalan daerah di propinsi, kota dan kabupaten BBPJN Sulsel memfasilitasi dan menyediakan kebutuhan fungsional jalan di daerah-daerah yang terdampak bencana.
Peralatan excavator, loader, grader milik BBPJN dikerahkan untuk membuka jalan akibat longsor di kabupaten Tator serta banjir di Enrekang, Luwu, Sidrap, dan Palopo.
Kepala Balai Jalan Sulawesi Selatan Asep Syarip Hidayat ST,MEng ketika diwawancara di ruangannya mengatakan bahwa longsor susulan yang terjadi penangannya bersifat sementara. "Kalau secara permanen akan diusulkan oleh pemerintah daerah setempat dalam program Inpres Jalan Daerah pada usulan II, jika belum masuk pada IJD tahun anggaran 2024", jelasnya

Di ruas jalan nasional Sidrap dan Wajo sementara dalam pelaksanaan pekerjaan preservasi, terdapat 11 titik bahu jalan dan satu jembatan yakni jembatan Suli yang miring karena tergerus banjir. Sudah ada penanganan berdasarkan skala prioritas, dan akan dilakukan adendum penambahan anggaran jika di bawah sepuluh persen dari nilai kontrak.
Sedangkan beberapa ruas jalan daerah yang terdampak banjir dan longsor berada di kabupaten Luwu, Wajo serta pinrang sementara dilakukan penanganan.

BBPJN bersama BNPB sementara membuka daerah yang terisolasi di kecamatan Latimojong akibat putusnya beberapa jembatan. Jembatan Latimojong bentangan 30 meter serta abutment jembatan Tampangeng bentangan 100 meter yang menjadi miring karena diterjang banjir.
"Kami sudah mengirim rangka jembatan Bailey dan kawat Bronjong dari Makassar, dan sudah mulai dikerjakan", tambah Kabalai.
Saat ini telah dilakukan proses pemasangan bronjong dan pemasangan batu gajah pada tepi sungai dengan menggunakan 1 unit excavator. 
Proses perakitan komponen utama struktur jembatan dirakit sepanjang 9 meter dilakukan secara bertahap.
Dalam pemasangan rangka jembatan Bailey dan Bronjong , pihak BBPJN untuk sementara mengalihkan akses jalan sekaligus membersihkan 4 titik longsor dan membuka jalur baru melalui desa Bonelemo kecamatan Bajo kabupaten Luwu.

Senada dengan kabalai, Kasatker wilayah I Raden Panji Mastiawan D. ST,MT menjelaskan bahwa tahun 2024 jalan nasional yang ada di wilayah I sementara dalam pelaksanaan pekerjaan yakni paket pelebaran jalan dan pekerjaan preservasi, mulai ruas Jeneponto-Sidrap, ParePare-Pinrang batas Sulbar, ParePare-Sidrap-Luwu. Termasuk juga pelaksanaan Inpres Jalan Daerah.
"Kami sudah melakukan penanganan terhadap jalan-jalan yang terdampak banjir dan longsor sehingga semua ruas sudah kembali fungsional", ujarnya
(Jean Eva)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama