Akibat Dahan Pohon Tumbang Menimpa Warung, HPKLI Kota Tegal Menuding DLH " Lalai "


TEGAL , LIPUTAN 12 . COM - Akibat Pohon tumbang mengenai warung, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, dinilai lalai atau melakukan pemberian. Tudingan adanya kelalaian atau pembiaran , karena DLH dianggap tidak ada tindakan melakukan  penebangan pohon-pohon tua yang berusia puluhan tahun di sekitar GOR Wisanggeni Kota Tegal. 

Akibat dari kelalaian atau pembiaran dari Dinas Terkait [DLH Kota Tegal], sehingga ada batang ranting yang sudah lapuk jatuh menimpa atap warung milik Sunggono Warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, pada jum'at [31/5]. 

Selaku pemilik warung Sunggono, saat dikonfirmasi menyampaikan,  seharusnya pohon-pohon tersebut sudah dilakukan perambasan atau penebangan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun pada kenyataannya terkesan dibiarkan begitu saja selama ini. 

"Baru Saya mau buka warung pada pagi tadi sekitar pukul 08.00 
WIB, pohon tersebut roboh dan menimpa warung saya."katanya.


Terpisah, Anton Prabowo Ketua HPKLI [Himpunan Pedagang Kaki Lima] Kota Tegal, menyampaikan bahwa pihaknya sudah merasa bolak-balik mengirimkan surat dan melaporkan, serta meminta kepada DLH supaya pohon-pohon di sekitar GOR Wisanggeni dilakukan perambasan. 

Dijelaskanya, tetapi pada pelaksanaannya selalu dengan alasan bahwa banyak sekali kegiatan perambasan di tempat lain sehingga tidak tertangani. 

Ia mengeluhkan dua tahun yang lalu merasa sudah memanggil DLH. Akan tetapi yang dirambas hanya 1 pohon saja, sementara ini banyak pohon-pohon sampai selatan GOR tidak dirambas.  

"Baru kejadian seperti ini. Baru menarik perhatian semuanya,”ungkap Anton, saat wawancara dilokasi depan warung yang tertimpa dahan pohon pada Jum'at [31/5]. 


“Sekali lagi kami minta perhatian dari Pemkot, kordinasi yang baik, kalau masalah restribusi kami siap, cuman restribusi ini jangan disamakan dengan PKL liar,”keluhnya.

Tambahnya,  kios-kios pedagang di sekitar GOR ini dibuat atas instruksi dari Wali Kota di era kepemimpinan Ikmal Jaya dan Kementerian Koperasi.

"Dimana koperasi kita mendapatkan dana bantuan dari Kementerian dan bukan dari Pemkot."jelasnya.

Dana bantuan tersebut bersumber dari APBN, dan Pemkot hanya sekedar memfasilitasi lokasinya saja.

“Pak Ikmal, ketika itu masih manjabat Wali Kota, memutuskan dana yang diterima dari Kementerian itu untuk membangun server PKL di GOR dan di Yos Soedarso."terangnya. 

Kewajiban dari HPKLI untuk mengelola bangunan ini dengan baik, diisi dengan PKL-PKL. 

"Selain itu, kami setiap 3 bulan sekali melaporkan tidak hanya ke Diskop sebagai Pembina Koperasi saja, tapi sampai ke Kementerian dan itu sudah berlangsung tahunan,”jelasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH), Maman Suherman saat ditemui di lokasi membantah bahwa DLH telah melakukan pembiaran. 

Menurutnya indeks kualitas tutupan lahan ini dinilai oleh Kementerian Lingkungan Hidup termasuk GOR itu daerah vegetasi yang dinilai.

“Kalau kita merambas apalagi menebang itu di citra satelit KLHK itu muncul ada coklat disana kenapa ada penebangan?."katanya.


Dan tahun ini sudah dikondisikan dan baru kemarin tentang tutupan lahan GOR untuk dimasukan vegetasi yang akan dirambah karena sudah ada pohon pengganti.

“Jadi kalau dulu itu dibiarkan memang itu bukan pembiaran, karena dalam pemantauan indeks kualitas lingkungan hidup yang setiap tahun dilaporkan,” tutup Maman Suherman.(Ag)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama