Miris…!!! Diduga adanya Penimbunan BBM Bersubsidi Jenis Bio Solar Di Wilayah Bungko-Kapetakan

Kabupaten Cirebon, Liputan12.com - Team awak media menemukan tempat yang diduga jadi tempat Penimbunan BBM bersubsidi jenis Solar berada di Kabupaten Cirebon tepatnya di Desa Bungko Kecamatan Kapetakan, dalam pantauan awak media terlihat puluhan dirigen berisi solar di halaman rumah warga.

Namun Media tidak menemui pemilik di tempat tersebut hanya seorang yang mengangkut dirigen solar, ketika ditanya mengaku tukang ojeg mencari upah dan berkata bahwa solar ini punya pak Asmadi tinggal di daerah Indramayu. Rabu, 24/04/2024

Tukang ojeg pun langsung meninggalkan awak media dengan ales mau jemput saudaranya Asmadi yang tinggal tidak jauh dari lokasi Solar bersubsidi.

Tak lama kemudian datang Sudirman datang memaparkan pada awak media bahwa Solar bersubsidi Kami mengisi dari beberapa SPBU yang berada di daerah kecamatan Keperakan dan Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon menggunakan barkot dari para nelayan, dengan alesan pihaknya hanya menalangi Nelayan belanja solar dan kemudian nelayan membelinya pada kami dengan memberikan keuntungan kecil, ujar Sudirman 

Tak hanya disini Awak media melakukan Konfirmasi pada tangga sekitar lokasi BBM solar, benar saja apa yang awak media dapatkan, bahwa penampung milik Asmadi menampung solar yang kemudian orang tersebut di bawa menggunakan kendaraan mobil entah kemana narasumber tidak mengetahuinya.

Sampai berita ini di terbitkan awak media belum bisa berkomunikasi dengan pemilik solar Asmadi karena ketika di tanya no wa/tlp Asmadi mereka enggan menjawab cukup dengan tidak tau.

Maraknya penimbunan solar rupanya menjanjikan ke untung yang sangat besar sehingga lokasi halaman rumah atau grasi mobil pun bisa d jadikan penimbunan solar BBM bersubsidi.

M. Juanda Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Cirebon telah sering mengingatkan, Sebagaimana kita ketahui bahwa solar adalah salah satu bahan bakar yang disubsidi oleh Pemerintah, didalam peranannya Pemerintah merujuk aturan yang disebutkan Irto, konsumen yang berhak membeli solar dengan harga subsidi adalah konsumen rumah tangga, usaha mikro, usaha perikanan, usaha pertanian, transportasi, dan pelayanan umum. Ada tiga jenis kendaraan yang memiliki kuota pembelian solar subsidi. Maka dengan itu pembelian solar harus memenuhi kuota atau ijin pengisian yang resmi dari Pemerintah untuk para pelaku usaha.

Adapun pasal pasal yang bisa menjerat dengan melakukan hal merugikan negara, Para tersangka kasus penimbunan BBM bersubsidi itu, dijerat dengan Pasal 55 UU Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. Pelaku terancam dipidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp.60.000.000.000, ( enam puluh milyar ).

Kemudian apabila oknum pelaku usaha ilegal tersebut menghalangi tugas jurnalistik saat melaksanakan tugas jurnalistik bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) yakni pasal Pasal 18 ayat (1) UU Pers di mana menghalangi wartawan melaksanakan tugas jurnalistik dapat dipidana 2 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Dengan tayangnya berita kami (awak media) akan konfirmasi ke pihak terkait.

Bung Arya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama