Insiden Pembacokan Mengguncang Palabuhanratu: Warga Dibacok di Depan Alfamart

Sukabumi, Liputan12.com - 
Pada hari Senin, tanggal 8 April 2024, sekitar pukul 23.30 WIB, sebuah insiden pembacokan yang mengerikan terjadi di Jl. Raya Citepus Hilir, Rt.03/04, Desa Citepus, Kecamatan palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Laporan tersebut diterima dari seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut.

Korban dari serangan ini adalah seorang pria bernama Rival Afandi, yang berprofesi sebagai wiraswasta dan tinggal di alamat yang sama dengan kejadian. Menurut informasi, pada saat kejadian, korban sedang berada di depan Alfamart dekat Hotel Citepus Indah.

Sebuah sepeda motor dengan sekitar 15 motor dan masing-masing membawa tiga orang tiba-tiba muncul di lokasi tersebut. Totalnya, sekitar 45 orang itu membawa senjata tajam. Tanpa peringatan, korban diserang dengan brutal menggunakan senjata tajam, yang mengakibatkan luka serius di tangan kanannya.

Korban segera dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Identitas seorang saksi, Septian Alfariz, seorang pelajar mahasiswa yang juga tinggal di wilayah yang sama, telah dicatat.

Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak berwenang termasuk sebatang crulit berukuran 30 cm, sebatang besi runcing berukuran 45 cm, dan sebuah batang bambu sepanjang kurang lebih 1,5 meter.

Saat ini, pihak berwenang dalam hal ini kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tragis ini. Langkah-langkah yang telah diambil termasuk melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) dan mencatat keterangan dari korban dan saksi-saksi yang ada.

Kejadian ini mengguncang warga sekitar dan menyulitkan keamanan di wilayah tersebut. Pihak berwenang akan melakukan segala upaya untuk membekuk para pelaku, dan memastikan keamanan masyarakat.

Kami akan terus memberikan informasi terbaru seputar perkembangan kasus ini. Semoga pelaku segera terungkap dan mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Jurnalis: Ismet

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama