AMPL pertanyakan Perizinan dan Aktivitas Pengolahan material jalanTol dalam Areal gudang Limtoso,,

Jambi, Liputan12.com - Sejumlah aktivitas yang tergabung dalam Aliansi masyarakat peduli Lingkungan (AMPL) yang di koordinir oleh Agusti Randa mempertanyakan dokumen perizinan kawasan pergudangan milik Limtoso yang terletak di pal 14 kecatan Mestong. Kabupaten Muaro Jambi. Minggu, 31/03/2024

Kepada Awak media Randa mengemukakan "inilah suatu bentuk kepedulian kita dengan persoalan lingkungan yang terjadi di tengah masyarakat yang berdampak kepada pencemaran lingkungan,"Ujarnya.


Setelah mendapatkan informasi dan keluhan dari warga masyarakat perumahan sekitar pergudangan milik Limtoso,"kami langsung menindak lanjutinya dengan melakukan investigasi Lapangan,"tambahnya.

Di ketahui bahwa permasalahan yang di keluhkan tersebut. Sebelumnya telah di mediasikan oleh DLH kabupaten Muaro Jambi yaitu antara pihak warga dengan Limtoso.

Hanya saja pihak warga mempersoalkan realisasi beban tanggung jawab Limtoso dalam dalam membuat sumur resapan Air untuk mengatasi luapan Air dari kawasan kawasan pergudangan sehingga tidak membanjiri rumah warga.

Dikala hujan datang, aliran Air dari kawasan pergudangan Limtoso mengakibatkan banjir dan menggenangi rumah-rumak warga di sekitar gudang.

"Dalam persoalan ini kita anggap Limtoso selaku pemilik gudang tidak memenuhi kewajibannya untuk mengatasi banjir pada rumah-rumah warga terdampak,"ucap Randa dengan nada tegas.

"Selain itu, kami Dati pula ada aktivitas pengadukan dan pengelolaan material jalan tol Betung Jambi yang di kerjakan dalam kawasan pergudangan Limtoso,"Ungkap Randa.


Ini sebenarnya gudang Apa?, tanya Randa.

Aktivitas dari pergudangan Limtoso saat hujan menyebabkan banjir, di saat panas mengakibatkan polusi udara dari debu-debu material dan kebisingan akibat suara-suara mesin dari kawasan gudang.

Kompirmasi Awak media kepada Limtoso atas permasalahan trsebut di jelaskan singkat "kita suda bikin sumur resapanya."

Namun saat di perlihatkan vidio luapann Air dari kawasan gudang kepada Limtoso, dia beralasan dengan mengatakan,"mungkin itu bagian sebelahnya lagi yang belum di buat sumur resapan."

Terkait aktivitas pekerjaan material jalan tol, Limtoso membenarkannya dan mengatakan"untuk lebijelasnya silakan di tanyakan lansung kepada pengurusnya."

Di tempat dan waktu terpisah Randa mengemukakan" untukmenyikapi persoalan gudang Limtoso, kitasuda layangkan surat demo ke Polresta Jambi yang Akan di laksanakan hari Senin dan Selasa 1-2 April 2024 di kantor DLH provinsi Jambi.

Tuntutan Aksi mendesak dinas lingkungan hidup untuk meminta prtanggungu jawaban Limtoso Atas kebanjiran rumah-rumah warga akibat luapan dari kawasan gudang Limtoso dan menghentikan aktivitas pekerjaan material tol yang di duga ilegal. Tutup"

Basri Andi/Ari

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama