Tarawih Bersama Warga, Dedy Yon Mohon Pamit


TEGAL, LIPUTAN 12 . COM - Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyino mohon pamit kepada jamaah shalat tarawih di Masjid Besar Baitul Hikmah.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota yang didampingi Sekretaris Daerah, Agus Dwi Sulistyantojo, Kepala OPD terkait, Camat dan Lurah se-Kota Tegal saat melaksanakan Shalat Tarawih dan Silaturahim kepada warga di Masjid Besar Baitul Hikmah Kecamatan Tegal Timur, Jum'at (15/4) malam.

Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono mengucapkan terima kasih terkhusus kepada Ketua DKM, Imam Masjid, dan seluruh jamaah yang sudah membantu Pemerintah Kota Tegal sehingga Kota Tegal menjadi semakin maju.

"Saya sebagai Wali Kota , saya manusia biasa bnyak kekurangannya, disengaja ataupun tidak kami banyak khilaf saya selama menjabat. Nyuwun pangampurane, saya mohon pamit, " ujarnya. 

Dedy Yon juga menyampaikan kurang lebih dalam 1 minggu ke depan jabatannya sebagai Wali Kota Tegal akan berakhir. Ia mengatakan bahwa ciri Kota yang bagus adalah adalah apabila banyak orang luar kota yang datang ke kota itu.


"Yang bagus itu Kota Tegal bisa ramai dengan datangnya orang luar kota yang datang ke Kota Tegal. Ini juga berkat do'a bapak ibu sekalian, Wali Kota cuma punya ide gagasan, terus tinggal diimplementasikan. Tapi kalau tidak didukung seluruh jajaran dan masyarakat, saya yakin Kota Tegal tidak bisa berkembang atau pembangunannya tidak bisa meningkat," terangnya.

Dedy berharap setelah masa jabatannya berakhir, seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat dapat terus bekerjasama dengan baik bersama Pejabat Wali Kota nanti.

Kedatangan Wali Kota dan rombongan disambut baik oleh pengurus masjid. Ketua Dewan Kemakmuran Masjid  (DKM), H. Ahmad Satori mengucapkan selamat datang kepada Wali Kota Tegal, dan menyampaikan terima kasih atas kunjungannya.

Dalam kesempatan tersebut, Satori sedikit menceritakan sejarah Masjid Besar Baitul Hikmah. 


"Masjid ini dibangun pas masih jamannya Soeharto sekitar tahun 85 sampai 86 oleh Yayasan Amal Bakti Pancasila, dan telah mengalami beberapa kali renovasi. Yang terbesar itu sebelum Covid-19, ada kas Rp700 juta hasil sewa lahan menara sebelah akhirnya dipake buat renovasi dengan tidak merubah bentuk segilima di bagian depan," jelas Satori.(Ag)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama