Gelapkan Motor FIF, Seorang Ibu Dibui


TEGAL, LIPUTAN 12 . COM - NEKAD Menggelapkan motor jaminan fidusia melalui PT FIFGROUP, seorang ibu warga Kelurahan Kejambon Kota Tegal, kini harus masuk bui. Pasalnya perbuatan ibu tiga anak itu masuk dalam unsur pidana yang diatur di Pasal 372 tentang penggelapan dan pasal 378 KUHPidana tentang penipuan. 

Demikian saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tegal, Reza SH ketika membacakan dakwaan di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tegal Selasa (5/3). 

Dalam fakta persidangan, Jaksa Reza menyebut pada 14 Maret 2023, telah terjadi perjanjian fidusia antara terdakwa dengan FIFGROUP Cabang Tegal. Dengan rincian dalam pengambilan motor Honda Scoopy untuk angsuran tiap bulannya Rp 948 ribu per bulan dengan kontrak selama 35 bulan atau 3 tahun. 

Namun demikian, usai unit diantarkan ke nasabah, justru terdakwa seketika itu langsung mengalihkan sepeda motor tersebut ke orang lain. Dengan imbalan, terdakwa mendapatkan uang sebesar Rp 1.500.000. 

"Kemudian dari uang itu, Rp 200.000 diberikan kepada Indi, yang merupakan tetangganya dan juga orang yang pertama menawarkan jasa pinjaman KTP," jelas Reza. 

Saat itu, baru tercatat satu kali angsuran yang dibayarkan terdakwa. Namun angsuran kedua dan selanjutnya tak kunjung dibayarkan. 

"Hingga akhirnya munculah surat peringatan, 1,2 dan 3. Dan akhirnya terdakwa pun mengaku bahwa pengambilan sepeda motor di FIFGROUP hanyalah sebatas atas nama saja," bebernya. 

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 372 tentang penggelapan dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. 

Menanggapi dakwaan jaksa, terdakwa Supriyatin mengakui semua atas tuduhan itu. Namun dia pun mengaku kecewa karena perjanjian akan lancar dalam angsuran ternyata tidak. Apalagi, dirinya hanya menerima uang sebesar Rp 1.500.000 dipotong sebesar Rp 200.000 yang diberikan kepada Indi (tetangganya) selaku pengantar namun akhirnya berujung ke meja hijau. 

Sementara Kepala Regional Remedial Jateng 2 PT FIFGROUP Yoga Bhaskoro menyebut bahwa selain di wilayah Tegal Raya, di wilayah Pemalang, Pekalongan, Batang hingga wilayah Banyumas Raya juga ditemukan kasus serupa. 

"Ya kami juga heran, kenapa banyak masyarakat yang tergiur dengan aksi iming-iming yang nilainya hanya Rp 1 juta - 2.5 juta namun ujung-ujungnya masuk penjara," katanya. 

Bhaskoro meminta masyarakat ataupun nasabah FIFGROUP diharapkan lebih jeli ataupun jangan mudah dijadikan sebagai atas nama dalam jaminan fidusia. 

"Jadi bukan masalah kami tega melaporkan seorang ibu-ibu melainkan FIFGROUP hanya menjalankan aturan yang memang dalam undang-undang KUHPidana pun telah mengaturnya," ungkapnya. 

Diantaranya perbuatan nasabah ini, masuk dalam perbuatan melawan hukum tindak penggelapan dan penipuan. 

"Karenanya, agar tidak ada kejadian seperti itu maka masyarakat jangan mau dijadikan sebagai atas nama pengambilan jaminan fidusia di lembaga finance. Sebab imbalan yang tidak seberapa namun resikonya sangat berat. Karena bisa sampai masuk bui," bebernya. 

Bhaskoro menyebut bahwa perkara ini bisa dijadikan pembelajaran bersama. Sehingga ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. (AA)


Tags : Kriminal 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama