"CAMAT SUKARAMI"HADIRI RUWAHAN MASSAL DI SUKAMULYA .

Palembang, liputan 12.com.
Tradisi sedekah ruwah atau biasa disebut Ruwahan, sangat melekat dikalangan umat Muslim di Indonesia.
Hal tersebut dilakukan dalam Rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan,dimana para ahli waris mendoakan orang tua, keluarga , kerabat nya yang sudah meninggal dunia, sekaligus,meminta maaf kepada jiron tetangga maupun sahabat,dalam Rangka akan melaksanakan ibadah puasa "saum dibulan ramadhan.

Palembang,9/3/24.
Tradisi sedekah ruwah atau Ruwahan biasanya di adakan di setiap rumah dengan cara mengundang tetangga, kerabat dan saudara, untuk membaca peramalan, seperti Surah Yasin,Tahlil,dan doa,kepada para arwah leluhur atau keluarga.
Dan ada pula tradisi nyekar,berjiarah kemakan orang tua dan saudara menjelang bulan Ramadhan.

Ada hal unik,dalam menyambut bulan Ramadhan dan tradisi Ruwahan yang sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu .
Tradisi Ruwahan juga diadakan secara massal, seperti yang dilakukan di Sukamulya RT.39/40 RW.06 kelurahan Sukabangun kecamatan Sukarami kota Palembang.
Sudah sepuluh Tahun lebih tradisi Ruwahan massal ini dilakukan di Musholah,bahkan seorang ulama besar Palembang,KH.Nawawi Dencik (alm).yang juga pernah menjadi imam besar masjid Agung Palembang, kagum dan bangga,dirinya mengatakan, Bahwa tradisi ini sangat baik dan baru satu satunya daerah di kota Palembang yang memulainya.
Yang sebelumnya juga panitia membagikan sedekah kepada warga miskin,janda dan orang tua tidak mampu.
Dan malam harinya barulah dilaksanakan peramalan peramalan,membaca alfatihah untuk para arwah, Yasin dan doa bersama.
Sekaligus malam tersebut dijadikan momen bermaaf-maafan dan bersilaturahmi.
 
Selain lebih meriah, Ruwahan massal juga dinilai lebih efektif,baik dari segi pembiayaan,maupun silaturahim nya, dibandingkan mengadakan secara pribadi di setiap rumah.
Yang terkadang satu dengan yang lain saling berbarengan dan kurang terkoordinasi.
Hal ini menjadi agenda tahunan Warga Sukamulya,yang berada di lingkungan musholla Nur Islam.
Yang selalu menjaga silaturahim dan kegotong Royongan dalam banyak hal.

Bahkan tiap tahunya peserta yang mengikuti,terus bertambah,pada tahun 2024 ini sudah lebih dari 90 keluarga yang ikut serta dengan membayar uang partisipasi sebesar dua ratus ribu rupiah, sebagai dana konsumsi dan kebutuhan lainnya.
Ruhul Zalik, sebagai Ketua pelaksana mengatakan "dirinya merasa berterima kasih kepada warga suka Mulya yang antusias mengikuti kegiatan tersebut."

Acara Ruwahan massal tersebut, dihadiri pula orang nomor satu di kecamatan Sukarami,M.FADLY.S.STP.MAP,(camat),yang didampingi DENI AKBAR.SIP, bersama Babinsa, Babinkamtibmas, babinpotdirga, Trantib,dan tokoh masyarakat lainya.
Acara di isi dengan beberapa bacaan, alfatihah, Yasin, sambutan,dan ceramah agama yang disampaikan oleh USTADZ AHMAD DAILANI S.SOS.I.yang mengulas masalah,pentingnya menjaga silaturahim kepada semua kalangan,baik saudara, tetangga, pemerintah, dan ulama.
Dalam sambutannya Camat Sukarami sangat terkesan dan memberikan apresiasi atas kegiatan Warga Sukamulya.
Dan disela sela sambutan nya, Muhammad Fadly (camat), menghimbau masyarakat dengan adanya musim hujan,dan cuaca ekstrim yang saat ini terjadi di kota Palembang, hujan dengan intensitas tinggi, diharapkan Warga tetap menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah di saluran drainase, agar tidak terjadi banjir,dan got mampet yang dapat menjadi genangan air tempat bersarang nya nyamuk,yang dapat mengakibatkan DBD.
Dan pihaknya juga memfasilitasi Warga masyarakat yang daerah menjadi pandemi DBD untuk dilakukan fogging.
Camat Sukarami yang didampingi Lurah Sukabangun, Ketua RW dan RT, dengan khusuk mengikuti seluruh rangkaian acara Ruwahan massal tersebut.

Acara yang dimulai setelah ibadah sholat magrib, langsung,membaca Surah alfatihah terkhusus kepada para keluarga peserta Ruwahan, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin,dan doa Bersama.
Setelah sholat isya berjamaah, acara dilanjutkan kembali pada season kedua yaitu mendengar kan kata sambutan,dari panitia dan Camat Sukarami yang hadir pada saat itu,dan dilanjutkan dengan tausiyah yang dibawakan oleh ustadz Achmad Dailani.S.Sos.I.
Kemudian acara diakhiri dengan berdoa bersama dan saling bermaaf maafan diantara para hadirin, untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
Acara ditutup dengan makan malam bersama.
Sebagai wujud silatuhmi dan saling berbagi dalam momen sedekah ruwah (Ruwahan).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama