LAN Kecam Pemdes Talang Belido Pemasangan Bendera Sobek di Kantornya

Jambi, Liputan12.com - Seperti diketahui, Bendera Merah Putih adalah Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia yang juga di sebut Sang Merah Putih, Rabu, 21/02/2024/ 

Setiap orang  atau maupun setiap instansi yang berada di wilayah Kesatuan NKRI diwajibkan menghormati sang saka merah putih sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap lambang perjuangan  yang diwujudkan melalui kemerdekaan republik Indonesia dari penjajahan.

Maka demi eksistensi bendera merah putih sebagai salah satu lambang identitas negara republik Indonesia yang harus dihormati setiap warga negara dan di setiap wilayah Kesatuan NKRI diperlukan satu UU yang mengatur tentang penggunaan serta pemasangan bendera merah putih agar setiap orang mempunyai empati yang tinggi terhadap larangan dalam UU yang dimaksud.

Sesuai Pada Pasal 24 UU Nomor 24 Tahun 2009, terdapat lima larangan terhadap bendera merah putih, yaitu:

1.Merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain:

dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara.

2.Memakai bendera merah putih untuk reklame atau iklan komersial.

3.Mengibarkan bendera merah putih yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam.

4.Mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apa pun pada bendera merah putih.

5.Memakai bendera merah putih untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan bendera negara

Setiap orang dengan sengaja melanggar UU  No  24 Tahun 2009 Tentang Bendera Merah Putih, sesuai dengan bunyi pasal yang dimaksud, Di denda paling Maksimal 500 juta dan Menjalani kurungan maksimal 5 tahun penjara.

Tapi sangat miris melihat perlakuan pemerintah desa' talang belido, kabupaten Muaro Jambi terhadap penggunaan bendera merah putih didepan kantor desa.

Pemdes talang belido terkesan mempertontonkan penghinaannya terhadap lambang negara (bendera merah putih) dengan memasang, mengibarkan bendera kusam dan sobek-sobek.
Sebagai desa status Maju, yang mengelola APBDES setiap tahunnya kurang lebih 1.7 M - 2 M/pertahun; Sangat sulit dipercaya kalau pemdes talang belido tidak mampu menganggarkan belanja bendera merah putih 3 helai/tahunnya yang hanya ratusan ribu rupiah per 1 helai bendera.
"Artinya diduga kuat unsur kesengajaan pembiaran atau ketidak pedulian pemdes talang belido terhadap lambang negara"

Ketika awak media mengkonfirmasi  (Fadli, SE) terkait pemasangan bendera sobek yang dimaksud, kades mengatakan; Tiap hari di pasang pak,, pasti rusak lah..! sebutnya dengan gimik, seakan tidak peduli dengan kerusakan atau sobek nya bendera yang dipasang di kantor desanya.

Lembaga aspirasi Nusantara mengecam perlakuan pemerintah Desa' talang belido dengan memasang bendera rusak.
Sudah sepatutnya kades talang belido diproses hukum sesuai Undang-undang yang berlaku.


Basri Andi/Ari

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama