KELUARGA TKW,"Geruduk"kantor PENYALUR TENAGA KERJA.

Liputan 12.com.

Sekira pukul 10.20 pagi,warga sekitar RT 33, RW 05 kelurahan Sukabangun,dibuat kaget, karena serombongan keluarga yang mengapu dari luar kota (Prabumulih),mendatangi kantor penyalur tenaga kerja CV.(J), dengan nada tinggi dan marah marah.

Kedatangan keluarga ke kantor tersebut, untuk mengajak keluarga nya yang tertahan di kantor tersebut, untuk diajak pulang ke daerah asalnya,guna mengikuti proses pemakaman salah satu keluarganya yang meninggal.

Namun karena terjadi salah paham dan tidak adanya kesepakatan, terjadi lah cek cok dan nyaris berujung kekerasan.

Pihak penyalur menyatakan, pihaknya tidak terima dengan perlakuan Pihak keluarga yang sudah membuat onar dengan berteriak teriak didepan kantor nya ,sembari akan membanting HP Pemilik kantor dan sempat merenggut rambut nya.

Sedangkan pihak keluarga mengaku,pihak kantor tersebut menahan keluarganya yang datang kekantor tersebut untuk meminta KTP untuk keperluan administrasi,padahal pihak pekerja mengaku sudah memberikan jaminan uang satu juta dan pakaian yang di tinggalkan.

Namun pihak kantor mengaku uang tersebut bukan diberikan kepada kantor tapi diberikan kepada majikannya, inisial (C) yang berada di kawasan km.14 Sukajadi Palembang.

Jadi pihak kantor merasa dipermalukan,dan tidak terima dengan perlakuan pihak keluarga pekerja.
Kasi trantib kelurahan Sukabangun yang didampingi Babinsa suka bangun, datang ke lokasi cekcok tersebut karena adanya laporan Ketua RT.

Namun belum sempat pihak kelurahan memediasi,pihak keluarga sudah meninggal kan kantor tersebut.
Kasi trantib.Hendrik Buditama, yang didampingi Pak Handono , Babinsa sukabangun mengatakan,"agar kedepannya pihak PJTKI hendaknya betul betul memberikan pemahaman kepada tenaga kerja dan keluarganya tentang aturan yang berlaku agar tidak lagi terjadi hal seperti ini terulang"tegas Hendrik.

Ketua RT 33, Khusnul menjelaskan bahwa dirinya tidak begitu tau duduk masalahnya, karena begitu dia tiba di lokasi sudah terjadi keributan, yang mengundang perhatian warga.

Dari pihak kantor PJTKI pun menyesalkan kejadian tersebut dan akan meminta penjelasan kepada majikan yang berinisial (C) tersebut.

Dan ketika wartawan hendak mengkomersilkan hal tersebut kepada pihak keluarga pekerja,buru buru pulang tanpa memberi komentar karena akan mengikuti acara pemakaman keluarga.

Purwondo Palembang)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama