Tinjau Simulasi Pemungutan Suara Pemilu 2024, Wali Kota Minta Peran Aktif Petugas TPS


TEGAL, LIPUTAN 12 . COM - Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono meminta kepada petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam menjalankan tugasnya harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab dan bekerja secara aktif.

"Maksudnya harus bisa mengawal dari pendaftaran awal, klarifikasi identitas, sampai pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Jadi peran serta petugas TPS ini harus betul-betul aktif dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Dedy Yon dalam sambutannya pada kegiatan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024 yang berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Tegal Selatan, Selasa (30/1/2023) pagi. 


Selain itu Dedy Yon berharap partisipasi seluruh masyarakat untuk bisa melaksanakan pemilu dengan baik dan damai tanpa memaksakan individu yang lain.

"Pilihan boleh berbeda, pandangan politik boleh berbeda tetapi tentunya kita sebagai warga negara yang baik harus menghormati perbedaan pilihan maupun pandangan politik dari maaing-masing individu orang lain," ujar Dedy Yon.


Sementara itu Ketua KPU Kota Tegal yang diwakili oleh Komisioner KPU Kota Tegal Divisi Sosdiklih dan Parmas, Thomas Budiono mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya telah melaksanakan simulasi yang sama di Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur pada bulan Desember tahun 2023.

Thomas mengatakan perlunya diadakan simulasi ini sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat.

"Karena biar masyarakat tahu ada simulasi yang berarti tahapan-tahapan pemilu akan jalan terus dan pada saatnya akan ada hari pemungutan suara pada tanggal 14 februari tahun 2024," ujar Thomas

Lebih lanjut Thomas menyampaikan bahwa pihaknya ingin mengetahui proses tahapan pemungutan dan penghitungan itu tahapannya sejauh mana untuk mengetahui efesiensi waktu.

Dikatakan Thomas bahwa pada simulasi kali ini TPS yang digunakan adalah TPS riil dari TPS 08 Kelurahan Bandung. Pemilihnya pun pemilih riil. Ada sebanyak 281 pemilih yang terdiri 142 pemilih laki-laki dan 139 pemilih perempuan.
 

"Ini pemilih semuanya ada yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), ada yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pindahan dari tempat lain pindah kesini, ada yang Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang mereka belum terdaftar dalam DPT maupun DPTb tapi yang bersangkutan miliki KTP di wilayah Kelurahan Bandung sehingga mereka boleh mencoblos di kelurahan sesuai tempat domisilinya. Selain itu ada juga pemilih disabilitasnya jadi memang simulasi ini pemilihnya harus lengkap ada pemilih disabilitasnya yang nanti akan memilih dengan fasilitasi yang khusus tentunya," ujar Thomas.

Dikatakan thomas bahwa hal penting yang akan diraih dari pelaksanaan simulasi di Tegal Selatan adalah masalah partisipasi.

"Jujur partisipasi untuk Kota Tegal hanya 77,94 persen kita ingin naik sampai 80 persen sekian," pungkas Thomas.


Sementara itu Camat Tegal Selatan, Muhammad Basuki Budi Santosa dalam sambutannya mengucapkan
terima kasih kepada semua Jajaran KPU, Panwascam dan Sekretariatnya

"Kalau tidak ada kerjasama yang baik tentu tidak akan bisa berjalan dengan baik pula," ujar Budi Santosa.(Ag)


Tags: Pemerintah 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama