Tingkatkan Ketahanan Pangan, Polisi Wirotani Ngawi Lakukan Gropyok Tikus dan Pasang Banner Imbauan

Ngawi, Liputan12.com - Dalam upaya menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif dan menjaga ketahanan pangan di wilayah hukumnya, Polres Ngawi Polda Jatim mengedepankan polisi Wirotani untuk mengimbau para petani dalam melakukan pengendalian hama tikus dengan cara yang lebih aman.

Sesuai petunjuk Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., para Bhabinkamtibmas yang ada di Polsek jajaran dioptimalkan dalam melakukan pembinaan dan penyuluhan di masyarakat, khususnya para petani agar dalam pengendalian hama tanaman padi tidak menggunakan jebakan tikus beraliran listrik. 

"Polres Ngawi mengedepankan para Bhabinkamtibmas sebagai polisi Wirotani, bersama para petani dalam pengendalian hama tikus. Ini sesuai dengan petunjuk Bapak Kapolres," tutur Kasi Humas Polres Ngawi Iptu Dian 

Polsek Paron yang digawangi Kapolseknya AKP Budianto, S.H melaksanakan gropyok tikus bersama para petani, demi amannya tanaman padi di sawah dari gangguan tikus.

"Polisi Wirotani lebih dioptimalkan kembali agar swasembada, kemandirian dan ketahanan serta keamanan pangan lebih meningkat," ucap Dian ketika dikonfirmasi media pada Kamis (1/2/2024) pagi.

Selain menyarankan memakai pupuk organik, gropyokan hama tikus merupakan kegiatan Bhabinkamtibmas yang dilakukan bersama para petani agar dapat meningkatkan swasembada pangan, kemandirian pangan, ketahanan pangan dan keamanan pangan

 "Polisi bersama para petani gotong royong melakukan gropyok tikus, agar aman bagi tanaman juga para petaninya," ujarnya

Jebakan tikus yang dipasang memakai aliran listrik di sawah dapat membahayakan orang, sehingga gropyokan atau menangkap bersama-sama pada sarangnya adalah cara efektif untuk menangkap tikus.

"Anggota Polsek memasang banner imbauan dan mengingatkan terus agar tidak ada petani yang pasang jebakan tikus pakai aliran listrik, sebab itu berbahaya," imbau Dian

Sosialisasi kepada petani tentang pemberantasan hama tikus di sawah secara aman akan terus dilakukan, dan pemasangan banner imbauan tentang bahaya jebakan tikus dengan aliran listrik juga dipasang di berbagai tempat.

"Polsek akan selalu mengontrol dengan cara patroli di area sawah apakah ada jaringan listrik untuk jebakan tikus, bila ada, akan ingatkan untuk dilepas agar tidak ada korban jiwa," tegas Kasi Humas

Sementara itu, Sumarno (52) salah seorang petani di Desa Tempuran mengatakan, bahwa dirinya siap mengikuti imbauan dari petugas untuk tidak memasang jebakan tikus yang diberi aliran listrik.

"Alhamdulillah, para petani di sini, sudah tidak ada lagi yang menggunakan aliran listrik sebagai jebakan tikus." ucap Sumarno.

(Hms/Arifin)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama