Dadakan, Pemda DKI Suruh Bayar Sewa Rusun, Warga Rusunawa Menjerit !!!!

Jakarta-liputan12.com.
 Penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di DKI Jakarta, mengeluhkan tentang Pergub No.36 Tahun 2023 yang dikeluarkan oleh Gubernur melalui Dinas Perumahan Rakyat Dan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta. Hal itu disampaikan oleh mereka saat awak media mencoba berkunjung kesalahan satu Rusun di Kawasan Jakarta Timur. Jum'at ( 08/12/2023 )

Mereka mengatakan sangat terkejut dengan pengumuman dadakan yang diberikan oleh Dinas Per rumah Rakyat Dan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta melalui pengelola Rusunawa, bahwa per Tanggal 1 Desember, mereka diwajibkan untuk membayar sewa rusun.

Kami bayar pake apa pak ?, kami belum siap, kami belum mempunyai uang untuk membayarnya. Malah Semenjak Pandemi, banyak diantara kami yang bekerja serabutan akibat di PHK dari tempat kerja mereka, ujarnya.

Pasca Covid-19 sampai saat ini, kami tidak bisa berbuat banyak untuk menambah penghasilan, apalagi saat ini mencari pekerjaan lagi sangat sulit, dan kebutuhan pokok sehari-hari juga naik, timpa warga lainnya.

Keadaan seperti ini bukan kemauan kami, kalau memang Pemda DKI kekurangan anggaran, kenapa tidak gaji/tunjangan PNS nya saja yang dikurangi. Kami semua tahu bahwa Tunjangan PNS di DKI Jakarta sangat tinggi dan hidup mereka pada mewah, kesenjangan Ekonomi PNS dan kami warga Rusun seperti Langit dan Bumi, jangan kami yang di tindas.

Malah kemaren warga yang gajinya UMR dipanggil oleh Pengelola, menurut keterangannya, mereka harus bayar sewa Rusun 1,5 jt per bulan karena gajinya UMR. Ini aturan dari mana lagi, diduga pengelola Rusunawa sewenang-wenang dalam membuat peraturan serta mengambil kebijakan.

"Awal kami masuk ke rusun ini l, kami dijanjikan dengan sewa murah, Listriknya di Subsidi dan tempatnya nyaman. Tetapi setelah kami tinggal di rusun, satu persatu aturan yang memberatkan kami dikeluarkan, salah satunya Subsidi Listrik sudah lama dicabut, kami bayar listrik sama seperti warga-warga lain diluar sana," timpa warga rusun lainnya.

Sekarang walaupun Covid-19 sudah berlalu, belum cukup waktu untuk memulihkan ekonomi masyarakat, khususnya warga rusun, apalagi kebutuhan pokok naik melambung tidak terbendung, keluhnya.

Kami berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa mempertimbangkan kembali tentang Pergub No. 36 ini, karena Rumah Susun (Rusun) ini di peruntukkan bagi warga yang berpenghasilan menengah kebawah, dulu kami mendaftar untuk tinggal di rusun ini harus mempunyai Surat Ke Terangan Tidak Mampu, Surat Keterangan Tidak Memiliki Rumah, Serta Surat Keterangan Tidak Memiliki Kendaraan Roda Empat .,"tutupnya.           ( Trn32 ).
Roan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama