Diduga Telah Terjadinya Korupsi Dana Desa (DD) Beringin Sakti, Kecamatan Rawas Ilir,Musirawas Utara.

Muratara, Liputan12.com - Lembaga swadaya masyarakat KANTI (Komunitas Masyarakat Silampari) dalam mewujudkan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi akan segera menyampaikan surat kepada pihak kejaksaan negeri kota lubuklinggau atas dugaan telah terjadinya perbuatan tindak pidana korupsi dalam penyerapan dana dan Pelaksanaan Pembangunan Desa, Pemberdayaan Masyarakat Desa,Penanggulangan Bencana serta Keadaan Darurat Dan Mendesak Desa Beringin Sakti, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan.


Yang mana sample Dokumentasi foto kegiatan Pembangunan Jembatan Desa Beringin Sakti Tahun Anggaran 2021 yang disampaikan narasumber menelan dana Rp. 533 juta,yang di pandang gagal dalam 

memenuhi standar kualitas, kuantitas dan saat ini sudah mengalami kerusakan serta mengalami ambruk/roboh.

selain dari itu Oknum Pemerintah Desa  diduga melakukan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk pemeliharaan jembatan desa yang Roboh/ambruk tersebut.

Maka dari itu menurut ketua LSM KANTI hal tersebut akan segera dilaporkan kepihak Kejaksaan Negeri kota lubuklinggau untuk dilakukan pemeriksaan secara transparan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.


“menurut hemat kami pihak pemerintah desa telah melakukan Korupsi dengan cara mengurangi volume fisik atau volume kegiatan menyebabkan kwalitas Bangunan Desa (Jembatan desa) tidak baik dan sudah banyak mengalami rusak bahkan Roboh, selain dari itu telah melakukan pemotongan BLT Tahun 2021/2022 dengan modus untuk perbaikan jembatan yang Roboh” ujarnya


Selanjutnya “maka dari itu dalam waktu dekat kami akan segera mendatangi gedung kejaksaan negeri kota lubuklinggau guna melaporkan dugaan tipikor yang terjadi pada desa beringin sakti kabupaten muratara” Tegas sancik


Selain itu ia juga mengatakan setelah di lakukan analisa dari hasil investigasi dilapangan, maka dapat disimpulkan bahwa keuangan Negara melalui pos anggaran Pendapatan Desa Beringin Sakti, Kecamatan Rawas Ilir APBN Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020/2021/2022 diduga telah dijarah atau di korupsi oleh Oknum pemangku kebijakan/kepentingan Desa Beringin Sakti dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain, suatu korporasi, dengan menyalahgunakan kewenangan dengan berbagai modus.


Dan Sancik pun berharap laporan tersbut dapat segera ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta berproses sesuai dengan prosedur APH.

“Kami berharap pihak kejaksaan negeti kota lubuklinggau nantinya dapat segera memproses laporan dugaan tipidkor tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku serta memeriksa oknum terkait sesuai pada prosedur APH” harap sancik


Hingga berita ini diterbitkan belum ada satupun pihak Desa Beringin Sakti maupun camat rawas ilir yang dapat di wawancarai oleh pihak media.

(Rangga).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama