Di Duga Kepsek SMPN 1 Lubuklinggau Ada Main LKS,Aqil Maulidan : Akan Kita kaji serta telusuri lebih lanjut.

Lubuklinggau, Liputan12.Com - Mencuat dugaan adanya pemungutan uang LKS oleh pihak SMPN 1 kota Lubuklinggau kepada siswa/siswi baru,hal tersebut dibenarkan oleh beberapa wali murid yang meminta dirahasiakan identisnya kepada awak media mengatakan


“Iya selain uang baju anak kami juga harus bayar uang LKS berkisar Rp 100.000 lebih saat melakukan daftar ulang kemarin” 

ujarnya


Tentu ini menjadi sorotan publik serta menjadi kajian dikalangan himpunan mahasiswa yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan,seperti yang dikatakan oleh founder MSI (Milenial Silampari Institut) kota Lubuklinggau Aqil Maulidan.


“Ini pasti jadi kajian kami para mahasiswa,pemerintah menyebutkan sekolah sudah gratis tapi juga sudah jadi rahasia umum kalau masuk anak sekolah masih harus mengeluarkan gocek hingga 500rb bahkan berkisar satu juta, jadi menurut saya sekolah belum gratis” ucap aqil


Menanggapi prihal dugaan adanya pungutan LKS pada SMPN 1 kota Lubuklinggau yang dipungut kepada siswa baru,Aqil Maulidan menegaskan akan menelusuri lebih lanjut prihal dugaan tersebut.


“Terkait itu kami akan menelusuri lebih dalam,mengkaji lebih detail serta mengumpulkan data data dilapangan apakah pihak sekolah ada main atau tidak disini akan kita telusuri” tegasnya


Lebih lanjut ia menegaskan bahwasanya “pungutan uan seragam saja walimurid sudah berat apalagi ditambah dengan biaya tambahan seperti LKS dan lain lain” jelas aqil kepada awak media saat diwawancarai.


Sementara itu belum ada tanggapan apapun dari pihak sekolah SMPN 1 kota Lubuklinggau terkait mencuatnya dugaan tersebut hingga berita ini ditanyangkan. 

(tim)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama