Giat Pelatihan Tata Boga bagi Kelompok Masyarakat Kampung Berkualitas di Kota Tegal Melalui LPK Sekar


TEGAL  , LIPUTAN 12 . COM – Tiga hari mengikuti pelatihan, peserta pelatihan tata boga sudah bisa membuat aneka makanan ringan dan masakan yang mempunyai nilai gizi seimbang, Rabu (26/07/2023) di Dapur Tempo Dulu Kelurahan Margadana Kecamatan Margadana Kota Tegal.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak hari Senin (24/07/2023) ini menghadirkan peserta sejumlah 108 dari 27 Kelurahan se Kota Tegal.


“Pelatihan ini merupakan pelatihan tataboga bagi kelompok masyarakat kampung berkualitas di Kota Tegal (DBHCHT) melalui LPK Sekar, harapannya bisa menambah pengetahuan bagaimana menyajikan makanan yang sehat dan mempunyai nilai gizi seimbang” ucap M Afin DPPKBP2PA Kota Tegal saat memberikan sambutan saat pembukaan berlangsung, Senin ( 24/07/2023).

Sementara itu Pimpinan LPK Sekar, Yunieti Utamie menyampaikan, kegiatan ini diharapkan juga dapat disebarkanluaskan sampai ketingkat bawah.

“Harapannya, dari materi yang diajarkan bisa ditularkan lagi ke PKK melalui kegiatan yang ada didalamnya, seperti pertemuan rutin mingguan atau bulanan. Sehingga ilmu yang didapatkan selama pelatihan bisa sampai ke tingkat bawah, ibu-ibu rumah tangga langsung” ucap Yunieti.

Salah satu perwakilan peserta dari Kelurahan Mangkukusuman, Nuzuliatun menyampaikan bahwa selama pelatihan, dirinya dan empat peserta dari kelurahan Mangkukusuman merasakan manfaatnya langsung, ini karena membuat dan mengolah makanan yang mempunyai nilai gizi seimbang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak dan dapat mencegah stunting lebih dini.


“Selama pelatihan, kami diajarkan cara mengolah makanan agar mempunyai nilai gizi dan tidak rusak saat proses pembuatan dan pengemasannya, seperti pembuatan lemper, semar mendem, pastry nanas, pancake, pudding dan sayur sop” ucap Nuzuliatun.

Instruktur pelatihan yang juga Owner Katering Bintang Rasa, Yulia menyampaikan, pada dasarnya pelatihan yang diajarkan adalah bagaimana mengolah makanan yang bahan bakunya mudah didapatkan dan murah.

“Disamping bahan yang mudah didapatkan dan relatif murah, nilai gizi juga harus bagus dan bisa diterapkan di rumah” ucap Yulia saat mempraktekan langsung pembuatan sayur sop.(Ag)



Tags: Pendidikan 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama