Diduga Mosi Tidak Percaya Rt/ Rw Karyajaya "Jalan Di Tempat" Camat Kertapati Enggan Temui Wartawan.Ada Apa !!?

PALEMBANG, Liputan12.com - Surat pernyataan mosi tidak percaya akan kinerja lurah di kelurahan Karyajaya Kecamatan Kertapati Kota Palembang yang di layangkan ke Walikota Palembang, BKD dan insfektorat Kota Palembang sepertinya bakum "Jalan ditempat", tidak ada penyelesaiannya.

Pihak Insfektorat Kota Palembang telah turun kelapangan, guna melakukan penyelidikan ke absahan dari surat mosi tidak percaya yang ditanda tangani oleh 30 lebih Rt/ Rw yang ada di Kelurahan Karyajaya. 

Ada 13 orang Rt/ Rw yang telah dipanggil ke kantor Kelurahan Karyajaya dan ada juga yang dihubungi melalui via handphone. Tapi belum juga ada tanda tanda akan ada penyelesaiannya alias bakum. 

Semestinya pihak Kecamatan Kertapati jangan hanya diam dengan adanya kejadian ini, seharusnya selaku atasan pihak Kecamatan Kertapati memanggil kedua belah pihak yakni Lurah Karyajaya Deo Ledi Vera, ST, MM dan Rt/ Rw yang bertanda tangan pada surat mosi tidak percaya tersebut dan pihak Kecamatan jadi mediatornya.

Berdasarkan keterangan KR salah satu Ketua Rt Kelurahan Karyajaya kepada awak media ini mengatakan, bahwa keberadaan Lurah Karyajaya Deo Ledi Vera, ST, MM dianggap tidak mampu memimpin wilayah Karyajaya dengan baik.

“ Rt/ Rw banyak yang mengeluh dengan Lurah Karyajaya karna susah kalau akan berurusan, kalau saya ingin mengajukan SPH, tapi tidak dibuatkannya oleh lurah karyajaya," katanya.

Bukan hanya itu saja lanjutnya, masih ada masalah lain yang membuat Rt/ Rw kecewa dengan lurah Karyajaya, lurah Karyajaya tersebut tidak layak lagi dipertahankan menjadi Lurah di Kelurahan Karyajaya.

" Sudah dua kali kami melayangkan surat mosi tidak percaya tersebut, pertama sebelum bulan puasa tahun 2023, ditujukan ke Walikota dan Dinas Insfektorat Kota Palembang. Ke dua sesudah hari raya Idul fitri tahun 2023, ditujukan ke BKD dan Insfektorat Kota Palembang, tapi sepertinya tidak ada respon, kami jadi heran kenapa sampai demikian," ucapnya.

Ketua/ Koordinator LKM Kelurahan Karyajaya RD dihubungi membenarkan adanya surat mosi tidak percaya yang ditanda tangani oleh Rt/ Rw Kelurahan Karyajaya.

" Benar, ada lebih dari 30 Rt/ Rw yang menanda tangani surat mosi tidak percaya tersebut dan surat tersebut telah dikirimkan ke Walikota Palembang, BKD dan Dinas insfektorat Kota Palembang," ungkapnya.

Dia melanjutkan, pihak dinas insfektorat Kota Palembang, telah turun ke lapangan dan ada beberapa Rt/ Rw yang telah di panggil ke Kelurahan, guna menanyakan kepada yang bersangkutan prihal adanya tanda tangan dan cap Stempel yang ada pada surat mosi tidak percaya tersebut dan ada yang dihubungi melalui Via handphone.

" Pihak insfektorat Kota Palembang hanya turun menanyakan begitu saja, tapi sampai dengan sekarang belum ada tindak lanjutnya, sementara lurah Kelurahan Karyajaya masih ngantor seperti biasanya," tuturnya.

Menurutnya, dengan adanya kejadian ini sudah pasti tidak ada lagi hubungan yang baik antara atasan dengan bawahan. 

" Takutnya kalau lurah Karyajaya yang sekarang ini masih menjabat, hanya raportasinya saja yang ditindak, warga Karyajaya jadi korban untuk berurusan administrasi, dikarnakan sudah pasti dengan adanya kejadian ini, Rt/ Rw Kelurahan Karyajaya sudah tidak percaya lagi dengan lurah yang ada sekarang ini," tutupnya.

Sementara itu pada saat awak media ini mencoba menghubungi pihak Insfektorat Kota Palembang melalui Whatsaap nya, tapi dia tidak berani memberikan jawaban. 

" Kalau masalah surat mosi tidak percaya itu bukan wewenang saya, sebaiknya langsung hubungi saja Pak Irvan Ketua Insfektorat Kota Palembang," jawabnya singkat.

Saat awak media mendatangi kantor lurah Karyajaya pada hari ini Kamis (27/07/2023) untuk konfirmasi dengan lurah Karyajaya Deo Ledi Vera, ST, MM, tapi yang bersangkutan tidak ada dikantornya.

Kemudian awak media mendatangi kantor Camat Kertapati untuk Konfirmasi dengan Camat Kertapati Khaerul Minsyar, SE, M. Si terkait adanya mosi tidak percaya Rt/ Rw tersebut, tapi yang bersangkutan tidak mau menemui wartawan yang datang. Padahal dia ada dikantornya, dihubungi melalui Whatsaap nya hanya berdering tidak diangkatnya. Hingga berita ini diterbitkan.  

(Tim)

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama