Parah !! Normalisasi Desa Tanjung Senjulang Diduga Mark Up, Anggaran Lebih Besar Dari Proyek APBD

Tanjab Barat, Liputan12.com -Kepala Desa Tanjung Senjulang, Abdul Razak, diduga telah melakukan mark up anggaran pekerjaan.

Pekerjaan yang terindikasi mark up anggaran yakni Normalisasi Parit di lokasi Parit 4 rt 3 Desa Tanjung Senjulang Kecamatan Bram Hitam
Menggunakan Anggaran Silva Dana Desa (DD) tahun 2022.

Dari papan informasi kegiatan terlihat, dalam rencana anggaran biaya (RAB), pembangunan normalisasi dianggarkan senilai Rp 175. 824.000,- dengan volume 920 meter. 

Informasi dari warga yang namanya enggan di tulis, Selasa (6/06/2023). hasil investigasi Wartawan Liputan12.com menemukan bahwa nilai anggaran telah digelembungkan oleh kades. Sebab, dalam rencana anggaran (RAB) Rp 175. 824.000, - untuk dugaan sementara dalam pelaksanaan, anggaran yang dihabiskan hanya Rp 97.800.000, di luar pajak dan operasional Tim Pelaksana Kegiatan (TPK)," Jelas warga. 

"Lanjut warga, dugaan saya pembuatan Rencana Anggaran Belanja (RAB) sangat berlebihan hingga mencapai 190.000 ribu satu meternya untuk kegiatan Normalisasi ini. untuk sewa alat berat satu meternya 65000 ribu untuk transportasi ponton Rp. 30.000.000,- juta untuk miting kemungkinan hanya menghabiskan kayu 80 batang x 200,000 ribu. Sementara sisanya 78.000.000 juta lebih mau di kemanakan bang, apa mungkin mau di silvakan lagi, sedangkan ini anggaran Dana silva Dana Desa tahun 2022," Tambahnya.

“Saya selaku warga berharap kepada Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) periksa Kades Tanjung Senjulang, jangan sampai mereka melakukan pencurian uang negara pastinya masyarakat yang di rugikan jika itu terjadi," Tutupnya. 

Jika di bandingkan dengan Proyek APBD dengan pekerjaan yang sama, lebih besar Dana Desa ( DD) yang di gelontorkan kades Tanjung Senjulang untuk kegiatan normalisasi tersebut. 

Menyikapi hal ini, Abdul Razak Kepala Desa Tanjung Senjulang saat di hubungi Liputan12.com melalui pesan Whatsapp guna untuk di konfirmasi, tapi sayang Kepala Desa tersebut ogah merespon hingga berita ini di terbitkan. 

Priyanto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama