Mayoritas Anggota Kelompok Tani Di Paiker Fiktif .

Mayoritas Anggota Kelompok Tani Di Paiker Fiktif 
Empat Lawang - Sumatera selatan Liputan12.com.
Ternyata bantuan dari pemerintah melalui kelompok tani hanya dimanfaatkan mayoritas ketua kelompok, berdasarkan fakta ternyata anggota kelompok tani membentuk anggota tidak sesuai dengan poligon, selain itu anggota yang terdaftar tidak mengetahui kalau diri masuk sebagai anggota, setiap pencairan bantuan ketua kelompok hanya memberi anggota yang tau saja, padahal dalam pembentukan kelompok tani harus ada anggota sesuai poligon nya.

Hal ini dimanfaatkan oleh ketua kelompok tani untuk mendapatkan bantuan lebih banyak, padahal tujuan pemerintah menyalurkan bantuan agar masyarakat petani mendapat keringanan dalam menggarap pertanian 

Dengan demikian masyarakat Pasemah Air Keruh (Paiker) berharap agar pemerintah dapat mengamati dan meneliti penyaluran bantuan kelompok tani 

Dalam beberapa waktu terakhir ini setelah pencairan pupuk, bibit padi, dan racun, masyarakat di beberapa desa dalam kecamatan Paiker mengeluh akhirnya saling bongkar dan terbukti banyak kelompok tani yang fiktif, selain itu anggota yang mengetahui dirinya masuk sebagai anggota dibebani penebusan pupuk sebesar Rp. 50 ribu bahkan ada yang Rp. 100 ribu persak, penebusan bibit 10 ribu hingga 20 ribu serta penebusan racun Rp. 5 ribu hingga 10 ribu, selain bagi yang katanya tidak masuk sebagai anggota menebus pupuk Rp. 100 ribu persak padahal semua bantuan tersebut gratis dari pemerintah 

Kekisruhan dalam masyarakat terhadap kelompok tani yang fiktif dalam membentuk keanggotaan yang dinilai lihai memalsukan anggota yang dipoligon, padahal syarat membentuk kelompok diperlukan bagi anggota yang memiliki sawah serta memberikan KTP atau KK kepada ketua, tapi faktanya banyak yang dapat justru sawah nya tidak masuk dalam poligon dan yang mestinya masuk justru tidak ada namanya atau tidak tau sama sekali

Hal ini sudah dapat dipastikan ketua kelompok tani bohong atau dinilai memalsukan anggota, jadi bagaimana soal cara pembentukan kelompok tani yang katanya harus pakai KTP dan harus sesuai dengan areal yang dipoligon 

Saat dikonfirmasi Kepala BPP Kecamatan Paiker Musofa, AR menerangkan, "saya sudah menghubungi Kades untuk mengumpulkan para ketua kelompok untuk mengkonfirmasi masalah ini, prinsipnya jangan memberatkan anggota karena itu bantuan, bahkan saya pun dituduh menerima uang 700 ribu dari salah satu kelompok tani yang menjelaskan kepada masyarakat padahal itu tidak benar.

Rekayasa anggota kelompok tani tersebut, diprediksi mempoligon sawah tanpa diketahui pemiliknya, akhirnya sang ketua kucing-kucingan saat pencairan bantuan 

"Saya mempertanyakan kenapa ketua kelompok menjelaskan seperti itu, memang ada yang ngasih 50 ribu hingga 100 ribu itupun tidak saya minta dan uangnya pun saya gunakan untuk bantu sopir makan", terang Musofa 

Sementara Camat Paiker Zaili, SE saat dikonfirmasi lewat via WA mengatakan, sampai saat ini saya belum dapat laporan dari kades tentang masalah ini, "silakan dikonfirmasi dengan Kades dan Kepala BPP Kecamatan Paiker, karena secara tehnis mereka yang mengetahui nya" jelas camat 

Selain itu telah dikonfirmasikan juga dengan Kepala Dinas Pertanian Empat Lawang namun belum mendapat balasan.

Jurnalis : SARONI

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama