Konten Video viral, 7 Anak berhadapan dengan hukum.(ABH)



Liputan12.com-sukabumi.
Video sekelompok anak di bawah umur membawa senjata tajam (Sajam) mau melakukan tawuran beredar di masyarakat,jajaran Polres Sukabumi bergerak cepat dan berhasil mengamankan 7 anak berhadapan dengan hukum(ABH)

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede
(AA DEDE) melakukan Press rilis di dampingi Kasat Reskrim AKP Dian Purnomo serta Kanit PPA Iptu Bayu bertempat di depan Kantor Satreskrim Polres Sukabumi.
senin 05/06/2023.


"Awal mulanya dari Anak berhadapan dengan Hukum (ABH) membuat konten video di medsos sehingga viral membuat resah warga masyarakat sukabumi sehingga warga melaporkan kepada aparat.Ucap kapolres


"Kalau boleh saya pertontonkan dulu sebagai pembuka, ini adalah vidionya di mana Di video ini terlihat dalam salah satu flat pom media sosial, bahwa ada sekelompok anak-anak yang menggunakan kendaraan bermotor berkonvoi sambil mengacungkan senjata tajam (Sajam),dan menakut nakuti warga yang ada disekitar yang dilewati oleh konvoi tersebut. 

Bergerak dari informasi tersebut tim siber dari sat Reskrim Polres Sukabumi, berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk melaksanakan profiling, Kemudian dari kegiatan tersebut langsung dilakukan penyelidikan dan berhasil di amankan 7 orang anak anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Ucap Kapolres lagi

"kalau dari hasil pemeriksaan ke-7 orang anak ini mengakui dalam keterangan bahwa mereka ada di dalam video tersebut, kegiatan mereka adalah dalam rangka untuk melaksanakan aksi tawuran dengan salah satu sekolah yang menjadi Lawan Mereka katanya, namun berkat kesigapan dari kepolisian Polres Sukabumi dalam hal ini adalah satreskrim Polres Sukabumi Dan juga Polsek setempat segera mengamankan para pelaku dengan barang Buktinya. 


dari hasil pemeriksaan,kejadian tersebut terjadi pada tanggal 31 Mei 2023 sekira jam 23.00 di seputaran Desa Pabuaran, Kabupaten Sukabumi. Tegasnya


"Kemudian anak berhadapan hukum (ABH) yang diamankan terkait dalam video tersebut yaitu,
ABH 1 (15) dengan peran membawa golok panjang, kemudian ABH 2 (14) membawa celurit, kemudian ABH 3 (15) membawa sajam, lalu ABH 4 (14) pemilik sajam, Kemudian ABH 5 (15) dan ABH 6 (16) adalah pengendara motor yang membonceng, dan terakhir ABH 7 (17) adalah yang membawa celurit besar". 
Dari masing-masing anak berhadapan dengan hukum(ABH) saat ini dalam pemeriksaan tertutup sesuai dengan SOP dan undang-undang yang mengatur,dan dilakukan pemeriksaan dengan di dampingi orang tua nya,proses anak berhadapan dengan hukum tidak kami tampilkan disini terkait dengan SOP yang ada,kemudian nanti kedepannya akan dilakukan pendampingan pemeriksaan dari Bapas, sedang kita permasikan dan bisa segera dilakukan pemeriksaan tersebut. ucap nya lagi


Kapolres menjelaskan bahwa 7 anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang di amankan Bisa terjerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.


"Untuk pasal yang disangkakan terhadap anak berhadapan dengan hukum (ABH) yaitu pasal 02 ayat 1 undang-undang Nomor 12 tahun 1951 tentang mengubah "ordonnantie tijdelijke bijzondere strafbepalingen" (STB.1948 NO.17 dan undang-undang RI dahulu NO.8 tahun 1948 Jo pasal 55 KUHPIDANA.atau UU NO.11 tahun 2012 ttg sistem peradilan pidana anak.


Ancaman hukuman terhadap para pelaku atau anak berhadapan hukum (ABH) ini adalah setinggi-tingginya 10 tahun penjara.Pungkasnya.

Jurnalis : ismetullah/sopiyan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama