Ada Dugaan Aroma Pungli Pembuatan Sertifikat PTSL Di Desa Muntialo Tahun 2020

Tanjab Barat, Liputan12.com
Pembuatan Sertifikat Tanah gratis melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan Program Presiden RI Joko Widodo. Sejak awal dicanangkan Program sertifikat, Program Nasional Agraria (PRONA) di Bawah Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak dipungut biaya alias gratis. Masyarakat bisa mendapatkan sertifikat tanah mereka dengan mengurus sejumlah dokumen melalui Kantor Kelurahan Atau Desa setempat.

Namun sayangnya Program gratis untuk masyarakat kurang mampu justru diciderai dengan ulah oknum Aparat Desa Muntialo Kecamatan Betara Kabupaten Tanjab Barat. Oknum tersebut diduga meminta sejumlah uang dari warga yang ingin membuat sertifikat PTSL berkisaran 200.000 hingga mencapai 350.000, Minggu (11/06/2023). 

Salah seorang warga mengaku pembuatan sertifikat di Desa Muntialo bervariasi. dirinya dipungut biaya Rp.350.000 dan ada juga warga lainnya yang 200.000.

Setau saya program bapak Presiden Jokowi melalui sertifikat PTSL biayanya cuma 150.000 tapi entah kenapa saya malah di minta 350.000. Anehnya harga tidak sama, ada yang di istimewakan dan ada yang tidak", ungkap warga dengan nada kesal. 

Hal sperti ini seharusnya di berantas, imbasnya ke masyarakat kecil yang tidak mampu di rugikan, karena ulah para oknum mencari keuntungan. Pada saat itu saya terpaksa mengikuti keinginan Oknum Aparat Desa, saya hanya Rakyat kecil sehingga tak mampu berbuat apa - apa", Imbuhnya. 

Menyikapi permasalahan ini, Muhamad Nasir Kepala Desa Muntialo dikonfirmasi Wartawan Liputan12.com melalui pesan Whatsapp terkait adanya dugaan pungutan biaya pembuatan Sertifikat tahun 2020 melebihi aturan SKB 3 Menteri, namun sayang Kades enggan merespon pesan Whatsapp tersebut. 

Priyanto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama