POLRES SUKABUMI UNGKAP KRONOLOGIS PEMBACOKAN ANAK SD HINGGA MENINGGAL.

Liputan12.com
Liputan12.Sukabumi- Polres sukabumi dalam waktu singkat akhirnya dapat mengamankan Pelaku Pembacokan Anak Sekolah Dasar RM (12 tahun) pelajar di salah satu sekolah dasar di palabuan ratu sampai mengakibatkan meninggal dunia .

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly pardede ( AA DEDE) telah menyampaikan kronologis kejadian tersebut sampai penangkapan para pelaku pembacokan kepada Awak media dalam Pres liris minggu 5/3/2023 bertempat di Mapolres Sukabumi.

" Pelaku yang berhasil di amankan dan di mintai keterangan oleh pihak penyidik berjumlah 14 Orang ,dan dari hasil pemeriksaan di temukan tiga orang anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) yang terbukti menganiaya korban hingga tewas. Ketiganya berperan sebagai eksekutor, selaku pembonceng eksekutor, dan penyedia senjata tajam jenis cerulit yang digunakan untuk membacok korban, ujar Kapolres

"Kronologis kejadian bermula dari para pelaku mengadakan acara di pantai kemudian konvoi. Sekitar pukul 11.40 siang mereka bertemu korban dan langsung dibacok, Setelah melakukan aksi biadab tersebut, para pelaku melarikan diri. Sementara korban dibantu warga sekitar dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu. Namun nyawanya tidak tertolong.ucapnya lagi

“Berbekal informasi itu, kami melakukan penelusuran dan olah TKP. Hasilnya didapat beberapa informasi kemudian dikembangkan,” jelasnya.
Dari pendalaman setelah menganiaya korban, eksekutor dan pembonceng eksekutor melarikan diri dan bersembunyi di area perkebunan karet. Eksekutor sempat menyembunyikan sajam yang digunakan namun berhasil di temukan penyidik.

Kapolres juga mengungkapakan motif para pelaku yakni sengaja konvoi dan mencari lawan. Sehingga saat korban berjalan, eksekutor langsung membacok korban.

“Selain mengamankan tersangka Kami juga telah mengamankan barang bukti berupa sajam jenis cerulit, pakaian korban dan pelaku, serta bantal guling yang dijadikan media untuk menyembunyikan sajam itu,” ungkapnya.

permasalahan seperti ini bukan hanya tugas dan tanggung jawab kepolisian, tapi tanggung jawab semua pihak apalagi peran serta orang tua .

“Ke depan kami akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan stakeholder diantaranya dengan KPAID ,BAPAS,TP2A  termasuk ahli psikologi agar kejadian ini tidak terulang,” ucapnya.

“Sekali lagi kepada keluarga korban, saya atas nama pribadi dan Kapolres Sukabumi mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan,” pungkasnya

Kapolres yang di dampingi Kasat Reskrim AKP Dian purnomo ,Kanit PPA Iptu Bayu Sunarti, Humas polres sukabumi Iptu Aah.Sepulrohman
Memperlihatkan barang bukti yang berhasil d amankan berupa enam unit kendaraan roda dua,baju yang di pakai korban dan pelaku,satu senjata tajam berupa clurit,bantal kecil yang di pake untuk menyembunyikan sajam,kunci motor.

Para ABH (Anak Berhubungan Hukum)masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Satreskrim. Selanjutnya akan dilakukan tahapan-tahapan proses hukum sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 2014 tentang Perlindungan Anak. Mereka disangkakan Pasal 80 Ayat 3 dengan ancaman 15 tahun penjara,” ujar maruly


Reporter : ismatullah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama