Pelaksanaan Program BSPS Di Pengabuan Tidak Sesuai Standar, Diduga Di Mark Up

Tanjab Barat | Liputan12.com
Bantuan program padat karya melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan penanganan kemiskinan ekstrem pada 2023. di Dusun Karya Indah Desa Karya Maju Kecamatan Pengabuan diduga Mark Up tidak sesuai satuan harga dengan kayu yang di kirim oleh suplayer toko bahan bangunan. 

Pengadaan bahan bangunan disuplai oleh toko material bangunan TB Hijrah  yang tidak jauh dari lokasi penerima manfaat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

"Pantauan wartawan Liputan 12, Kamis (9/03/2022) cek fisik bangunan bedah rumah program (BSPS) didusun karya indah ditemukan ada kejanggalan pelanggaran spesifikasi yang diduga tidak menggunakan kayu kelas 2 melainkan menggunakan kayu racuk. 

Salah satu warga penerima manfaat program BSPS Ibrahim warga dusun karya indah menerima bantuan dalam bentuk bahan bangunan kayu papan dan beruti dari toko material nilainya diduga tidak sampai Rp 17,5 juta, dan yang di kasih ini menurut saya bukan kayu kelas 2 melainkan kayu kelas 5 racuk," ungkapnya.

Menurut keterangan Saidi selaku suplayer pemilik toko TB Hijrah saat di konfirmasi Liputan12.com melalui via pesan Whatsapp 
"Maaf mas toko kami tdk menjual kayu racuk, Yg kami tawarkan Kls 2 mas sesuai harga toko," Kilahnya. 

Saat disinggung pengiriman kayu dari toko TB Hijrah dan fakta yang di lapangan kayu racuk yang di Terima oleh masyarakat. 

"Gini aja mas klu masyarakat dk setuju boleh d balek kn, Klu mereka merasa itu racuk Yg jlas kami tdk kirim kayu racuk," Imbuh Saidi. 

Menyikapi permasalahan ini, warga penerima manfaat (BSPS) meminta Aparat Penegak Hukum (APH) harus bertindak untuk menangani permasalahan ini jangan sampai ada yang memperkaya diri dengan manfaatkan program pemerintah," Cetus warga dengan nada kesal. 

Priyanto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama